BORNEONEWS, Sampit - Untung, pensiunan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sampit, yang mengklaim tanah warga di Jalan Jenderal Sudirman Km 18 Sampit, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim sebagai miliknya nyaris saja menjadi korban kekesalan warga yang emosi dengannya, Kamis (23/3/2017).
Bahkan saat ia baru turun dari mobil warga yang kesal langsung menghampirinya. Namun beruntung warga yang lain langsung melerainya. Sementara, Untung hanya terlihat diam berdiri di Pos Satpam PT MAP tersebut.
"Kami sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di sini kamu seenaknya saja mengaku semua tanah di sini milikmu, selama ini kami cukup bersabar," ujar salah seorang warga yang sudah emosi.
Namun, warga menenangkannya dan meminta agar permasalahan itu diselesaikan baik-baik. Meski demikian warga meminta Untung tidak seenaknya begitu saja menunjuk semua lahan warga sebagai miliknya. Karena menurut warga semua orang tahu pemilik lahan sebagian besar warga Km 18.
"Habis tanah kami kalau semua kamu akui milik mu, ini tanah kami, piring nasi kami di sini, rumah kebun kami di sini, kamu enak saja main klaim-klaim," ujar warga dengan Untung.
Kekesalan warga sendiri bukan tanpa alasan Untung kerap kali membenturkan mereka dengan aparat pemerintahan setempat seperti kecamatan dan kelurahan, bahkan tidak jarang Untung sering kali membawa preman untuk mengusir warga yang mempertahankan tanahnya. Tidak hanya itu beberapa waktu lalu juga Untung mengerahkan excavator galian C miliknya untuk masuk ke areal lahan warga, namun warga tetap mempertahankan lahan mereka itu.
"Sampai kapanpun kami akan pertahankan tanah kami, dia mau seenaknya mengklaim semua tanahnya, kalau bisa seperti itu kami juga bisa," kata Samsul Murjani, salah seorang warga lainnya. (NACO/B-5)








