BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran di Biro Ekonomi dan Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Kalteng, atau perkantoran Gubernur Kalteng pascakejadian pada 1 November 2015 lalu.
Artinya, sudah sekitar 1 tahun 3,5 bulan lebih penyebab musibah tersebut belum ditemui titik terang. Di tanya apakah ada kendala dalam menangani kasus itu?
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng AKBP Alfian mengatakan, untuk sementara kendalanya adalah saksi-saksi menyebut tidak mengetahui awal mula terjadinya kebakaran.
"Kendala sementara, saksi tidak mengetahui langsung. Tapi kita saat ini masih terus berupaya melakukan penyelidikan," kata Alfian dalam rekonstruksi ke tiga di lokasi kejadian, Kamis (23/3/2017).
Rekonstruksi tersebut melibatkan kurang lebih 25 personel gabungan. Mulai dari Reskrimum, Reskrimsus, Intel dan Polres Palangka Raya. Alfius masih enggan berprekulasi apakah musibah itu karena dibakar.
"Masih kita selidiki. Kita belum berani mengatakan, dibakar yang jelas polisi terus melakukan penyelidikan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-8)
Artinya, sudah sekitar 1 tahun 3,5 bulan lebih penyebab musibah tersebut belum ditemui titik terang. Di tanya apakah ada kendala dalam menangani kasus itu?
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng AKBP Alfian mengatakan, untuk sementara kendalanya adalah saksi-saksi menyebut tidak mengetahui awal mula terjadinya kebakaran.
"Kendala sementara, saksi tidak mengetahui langsung. Tapi kita saat ini masih terus berupaya melakukan penyelidikan," kata Alfian dalam rekonstruksi ke tiga di lokasi kejadian, Kamis (23/3/2017).
Rekonstruksi tersebut melibatkan kurang lebih 25 personel gabungan. Mulai dari Reskrimum, Reskrimsus, Intel dan Polres Palangka Raya. Alfius masih enggan berprekulasi apakah musibah itu karena dibakar.
"Masih kita selidiki. Kita belum berani mengatakan, dibakar yang jelas polisi terus melakukan penyelidikan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-8)








