BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Pondok Pesantren Istiqomah, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Marjuin, saat ditemui Borneonews, di ruang kerjanya, Kamis 923/3/2017), mengatakan bahwa 19 pelajar yang terlambat datang saat upacara bendera pada Senin (20/3/2017), dipukul oleh guru berinisial Sm dengan gagang sapu yang telah patah.
Aksi pemukulan itu disebabkan para pelajar bandel walau telah diperingatkan supaya tidak datang terlambat ke sekolah. “Hal ini yang menyebabkan, Sm marah dan spontan memukul anak didiknya itu,” ujar Marjuin.
Ia menuturkan, Sm telah dipanggil pihak kepolisian pada Kamis (23/3/2017) pagi atau sekitar pukul 08.00 WIB.
Ia berharap, permasalahan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan oleh keluarga pelajar yang dipukul dan guru pelaku pemukulan. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan lagi. Ia juga berharap kejadian itu tidak terulang di kemudian hari.
“Kami pihak sekolah menyesalkan adanya kejadian ini, dan kami mengharapkan ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini di sekolah ini,” sebut Marjuin. (RAMADHANI/B-3)








