BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) langsung menggelar rapat kordinasi menanggapi jebolnya jembatan Sungai Babing di Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara (Aruta).

"Sedang kita rapatkan, koordinasi untuk penanganan lebih lanjut," kata Kabid Bina Marga, Dinas PUPR, Kobar, Juni Gultom, Kamis (23/2/2017). Namun, Juni belum menjelaskan rencana yang akan diambil untuk penanganan jembatan itu. 

Sebelumnya, Jembatan Sungai Babing, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ambrol pada Rabu (22/3/2017).

Jembatan penghubung Desa Gandis dan Desa Sukarami itu rusak parah akibat diterjang luapan air saat banjir melanda Kecamatan Aruta. "Jembatan itu rusak sewaktu dihantam banjir dengan kapasitas air yang sudah melewati atas jembatan," ujar Lurah Pangkut, Nasir.

Ia menyampaikan, saat ini warga harus berputar jauh untuk menuju lokasi Desa Sukarami dan Gandis melalui jalan poros Desa Gandis yang mengalami longsor baru-baru ini. Jalannya pemerintahan menuju kedua desa pun terhambat.

"Jembatan Sungai Babing dibangun pada tahun 2014 menggunakan dana ABPD. Dengan ukuran panjang sekitar 10 meter dan lebar jalan 8 meter, setidaknya untuk memperbaiki jembatan itu harus dibangun baru sepanjang 15 meter," kata Juni.

Kasi Penanganan, Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Fahrul Lazi mengatakan jembatan tersebut sudah tidak bisa dilewati kendaraan. "Kami sudah mengecek ke lokasi, tidak bisa dilewati. Kemudian kami langsung kordinasi dengan dinas terkait," ucap Fahrul. (CECEP HERDI/B-10)