BORNEONEWS, Muara Teweh – Dandim 1013/Muara Teweh Letkol Inf Adhi Giri Ibrahim mengajak masyarakat memaksimalkan serta membuka lahan pertanian dan menambah luas area tanam.
“Selama ini kita terkendala dengan pola hidup masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, karena hal ini bertentangan dengan larangan membakar lahan yang sudah ada peraturan perundang-undangannya,” kata Dandim, Kamis (23/3/2017).
Dikatakannya, Bupati Barito Utara bekerja sama dengan Perusda Batara Membangun serta TNI AD telah menemukan solusi dalam membuka lahan tanpa baka atau yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
“Bupati juga akan menjadikan jagung sebagai ikon Kabupaten Barito Utara yang mana daerah ini menjadi sentral pemasok jagung di Kalimantan Tengah,” sebutnya.
Dandim turut menyampaikan bahwa target pembukaan lahan perkebunan jagung di Kabupaten Barito Utara pada tahun ini seluas 6.000 hektare. Selain itu, Dinas Pertanian telah mengadakan program integrasi perkebunan antara kebun sawit dan jagung.
Penambahan luasan lahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Barito Utara serta mengubah pola ladang berpindah menjadi ladang intensif.
“Kami juga telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian untuk menjadikan ekonomi masyarakat semakin maju dan berkembang, dan tidak terkendala lagi dengan masalah pembukaan lahan,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-3)








