BORNEONEWS, Palangka Raya – Tahun ini masalah pekerja seks komersial (PSK), termasuk lokasi prostitusnya di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Barito Utara harus ditutup. Semua PSK-nya harus diberdayakan atau dipulangkan.

“Tahun ini lokalisasi di Barito Utara dan Kotawaringin Timur harus selesai. Harus clear dari masalah sosial. Ini komitmen kita dan dua kabupaten itu,” kata Kepala Dinas Sosial Kalimantan Tengah, Guntur Talajan kepada Borneonews.co.id, Jumat (24/3/2017).

Menurut Guntur ada yang harus diperhatikan oleh dua kabupaten yang akan menutup lokalisasi tersebut. Yaitu solusi pasca penutupan yang sifatnya bermanfaat bagi masyarakat.

“Misalnya lokalisasi Merong yang terbakar kemarin itu. Ketika benar-benar ditutup, lantas mau dijadikan apa area itu? harus dikonsep dong dan itu kuncinya ada di pihak kabupaten yang bersangkutan,” ucap mantan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng ini.

“Harus ada solusinya mau dijadikan apa? Mau jadi taman kota, taman budaya atau taman bacaan, atau sebagai tempat apa di sana. Sehingga hal itu berdampak kepada warga seperti di Surabaya, walikotanya memikirkan pasca Dolly dibubarkan langsung disiapkan perencanaannya jadi kawasan apa di situ,” imbuhnya. (ROZIQIN/B-6)