BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara Nadalsyah meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) meningkatkan kualitas hakim dan sistem penilaian dalam Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Menurut Bupati, kekurangan yang terjadi dalam suatu penyelenggaraan MTQ dan STQ tidak boleh terulang even yang sama di tahun berikutnya.

STQ dan MTQ yang dilaksanakan setiap tahun sudah menjadi program rutin pemerintah, khususnya Pemkab Barito Utara. Sehingga pemkab selalu mengalokasikan dana untuk dua even itu melalui APBD. “Oleh karena itu, kami berharap kiranya pelaksanaan STQ ke-48 tahun ini dapat bermanfaat sebagaimana yang diharapkan,” ungkap Bupati yang kerap disapa Koyem ini.

Disampaikannya pula bahwa nantinya qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta hattah dan hatatahah yang keluar sebagai juara pada STQ ke-48 tingkat kabupaten akan menjadi utusan daerah pada pelaksanaan STQ ke-21 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan dilaksanakan di Kabupaten Murung Raya pada 11-18 Mei 2017.

“Kita menyadiri bahwa kemampuan kafilah kita dibeberapa cabang yang dilombakan masih memiliki kelemahan, seperti bidang hafiz al Quran golongan 10, 20, 30 juz dan tafsir al Quran, bila dibandingkan dengan daerah lainnya,” kata Nadalsyah.

Untuk itu, diperlukan upaya maksimal dari LPTQ agar para peserta yang mewakili Barito Utara pada STQ ke-21 tingkat provinsi dapat membawa nama harum dan nama baik daerah. (RAMADHANI/B-3)