BORNEONEWS, Muara Teweh - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng melalui Seksi Konservasi Wilayah III Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara melaksanakan sosialisasi penanggulangan konflik manusia dan satwa liar yang dilindungi undang-undang di areal perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan sosialisasi ini bekerjasama dengan salah satu perusahaan sawit. “Konflik satwa dilindungi ini terjadi akibat beberapa faktor seperti peralihan lahan hutan menjadi kebun dan permukiman maupun eksploitasi berlebihan terhadap sumber pakan satwa liar di alam,” kata Nizar Ardhanianto, Kepala Seksi Konsevasi Wilayah (SKW) III Muara Teweh, Jumat (24/3/2017).
Beralihnya lahan dan hutan jelas mengganggu wilayah jelajah satwa liar, sehingga memaksa satwa liar untuk mencari sumber makanan/pakan di luar kawasan hutan. Mayoritas satwa dilindungi, termasuk orangutan, hidup di luar kawasan konservasi.
“Kasus orangutan yang banyak menyita perhatian masyarakat Kalteng adalah kasus orangutan yang dimutilasi dan dimasak oleh pekerja perkebunan kelapa sawit di Kapuas. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap konflik satwa yang dilindungi ini seperti pelaksanaan sosialisasi,” katanya. (RAMADHANI/B -6)
BKSDA Wilayah Muara Teweh Sosialisasi Konflik Manusia dan Satwa Liar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shalahuddin Dukung Penuh PertaLink, Dorong Pemerataan Distribusi BBM Hingga Pelosok Barito Utara B
Bupati Barito Utara: Pembangunan Jembatan Lemo Perkuat Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Perkuat Pemenuhan Hak Anak, Pemkab Barito Utara Gelar Rakor Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak 2026
Bupati Barito Utara Tekankan Evaluasi Kinerja dan Percepatan Program Pembangunan Daerah
Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja PDAM Untuk Tingkatkan Pelayanan Air Bersih
Akses BBM di Wilayah Jauh Jadi Sorotan, PertaLink Disiapkan untuk Barito Utara
Komentar (0)
Memuat komentar…







