BORNEONEWS, Sukamara - Adanya 22 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Payang (STAHN-TP) Palangka Raya di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, diharapkan dapat membawa kebaikan dan angin segar dalam menunjang pembangunan daerah. Peserta KKN STAHN-TP Palangka Raya nantinya akan ditempatkan di Kecamatan Permata Kecubung dan Kecamatan Balai Riam.
Wakil Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan kehadiran mahasiswa dan mahasiswi perkuliahan di tengah-tengah masyarakat tentunya dapat membawa energi positif bagi Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat, terlebih peserta KKN akan membantu kegiatan-kegiatan yang ada di daerah tersebut.
"Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu melalukan proses trasfer pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh semasa di perkuliahan sesuai dengan ilmu masing-masing kepada masyarakat." Pinta wakil bupati Sukamara, Minggu (26/3/2017).
Menurut Windu, KKN merupakan suatu tugas pengabdian yang dibebakan kepada mahasiswa sebagai perwujutan nyata, sebab kegiatan ini bukan hanya samata-mata untuk menyelesaikan tuntutan kurikulum yang dibebankan oleh perguan tinggi kepada mahasiswa namun juga ikanan emonisonal antara dunia kampus dengan masyarakat.
"Ilmu yang sudah diberikan kepada masyarakat tersebut tentunya akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan berhasil guna, sehingga selama pelaksanaan KKN di wilayah kita bisa dikatakan berhasil," ujar Windu.
Rencananya, peserta KKN ini akan ditempatkan di Kecamatan Permata Kecubung dan Kecamatan Balai Riam Kabupaten Sukamara. Windu Subagio mengatakan, masyarakat di dua kecamatan tersebut saat ini masih banyak menganut Agama Hindu Kaharingan di banding di tempat lain yang ada diwilayah Gawi Barinjam.
"Mungkin dimana tempat budayanya agak berbeda, tetapi yang patut kita tanamkan didalam hati adalah semua itu percaya kepada tuhan." kata Windu Subagio.
Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Budi Widodo mengatakan sebelum terjun langsung ke lapangan, pihaknya terlebih dahulu mengenal wilayah tersebut agar peserta bisa menyesuaikan diri. Dia berharap kegiatan yang akan dilaksanakan selama 1 bulan tersebut bisa berjalan lancar. "Karena jumlah peserta ada 22 orang, maka setiap kecamatan akan kita tempatkan 11 orang." (NORHASANAH/N).








