BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah jalan yang menghubungkan tiap kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Tmur, belum tembus, masih butuh penanganan serius. Terutama di wilayah utara Kotim. Pada periode kedua pemerintahan Bupati Kotim H Supian Hadi dan Wakil Bupati HM Taufiq Mukri ini, bertekad membangun infrastruktur jalan, menghubungkan tiap kecamatan yang diperkirakan akan menelan dana hingga Rp2,7 triliun.

"Perlu anggaran Rp2,7 triliun, jika itu terealisasi maka jalan penghubung tiap kecamatan akan selesai,"kata Supian Hadi, di Sampit, Minggu (26/3/2017).

Bupati Supian Hadi menyebutkan saat ini Pemerintah Daerah sudah akan mulai melaksanakan kegiatan jalan seberang yang menghubungkan Kecamatan Cempaga, Seranau dan Pulau Hanut melalui program multiyears yang menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

Tahun depan menurut Supian program serupa akan dilakukan yakni menghubungkan jalan Kecamatan Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, hingga ke wilayah Antang Kalang, Telaga Antang dan Bukit Santuai.

Menurut Supian, jalan penghubung tiap kecamatan nantinya akan diprogramkan secara multiyears juga dan ditargetkan selesai selama lima tahun kepemimpinan Supian-Taufiq. Dari itu menurut Supian ia akan terus berjuang ke pemerintah pusat agar ada dukungan anggaran sehingga APBD Kotim di tahun mendatang bisa kembali meningkat.

Pekan ini Supian Hadi mengaku akan mulai mengikuti kegiatan di Jakarta. Kesempatan ini menurutnya tidak akan ia sia-siakan, ia akan menjalin komunikasi dengan sejumlah menteri dan DPR RI agar Kotim kembali dibantu anggarn seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu terkait lahan yang masih terkendala status kawasan kini tengah diproses, karena pinjam pakai kawasan sendiri dilakukan bukan hanya untuk jalur seberang saja, tapi semua jalan yang masuk dalam kawasan hutan.(NACO/N).