BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sekelompok produsen biodiesel AS menuding Indonesia dan Argentina menerapkan dumping untuk biodiesel yang diekspor ke Negeri Paman Sam. Benarkah?

Tudingan itu disampaikan oleh National Biodiesel Board dengan mengatasnamakan para produsen biodiesel kepada Departemen Perdagangan AS dan US International Trade Commission, seperti dikutip Reuters, baru-baru ini.

Alasan pengajuan petisi kepada pemerintah AS oleh National Biodiesel Board itu adalah karena pasar AS dibanjiri biodiesel dari Indonesia dan Argentina, yang memakan sekitar 18% pangsa pasar domestik.

Total impor biodiesel AS melonjak ke level tertinggi, yakni sebesar 916 juta galon pada 2016, dan Argentina merupakan eksportir terbesar, yang disusul oleh Indonesia dan Kanada.

Advanced Biofuels Association, kelompok perdagangan yang menjadi pesaing dari National Biodiesel Board, melalui keterangan tertulisnya menyatakan bahwa tudingan bahwa Indonesia dan Argentina menerapkan dumping pada biodiesel adalah hal yang tidak benar.

“Para anggota Advanced Biofuels Association menentang langkah yang diambil National Biodiesel Board dan berharap petisi itu ditolak pemerintah AS," kata Presiden Advanced Biofuels Association, Michael McAdams.

Tingginya impor biodiesel di AS seiring dengan kebijakan yang diterapkan US Environmental Protection Agency pada 2015 untuk menggalakkan program bahan bakar terbarukan. (NEDELYA RAMADHANI/m)