BORNEONEWS, Sampit - Bundaran Balanga di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur mendapat komentar miring dari warga. Pasalnya, bundaran yang awalnya digadang-gadang sebagai yang termegah di Sampit itu, kini kondisinya tak terawat.
Pantauan borneonews.co.id pada Minggu (26/3/2017), di areal bundaran tersebut terlihat genangan air di tengahnya. Hal itu menandakan kurang maksimalnya fungsi pembuangan air di bundaran yang berdekatan dengan Islamic Center itu.
Tak hanya itu, hiasan kaligrafi juga terkesan tak ada yang memperhatikannya. Banyak tulisan kaligrafi yang nyaris tumbang dari tiangnya. Bahkan disebutkan pernah ada satu tulisan patah dari tiangnya.
Begitu juga dengan keadaan gelap di malam hari lantaran kurangnya penerangan di bundaran tersebut. Hal itu rawan memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas atau berbagai tindak kejahatan lainnya.
"Saya sering mengajak anak bermain sepeda ke situ. Tetapi sekarang susah, karena bundarannya basah tergenang air. Saya juga takut bermain ke sana, khawatir dijatuhi tulisan kaligrafi yang sudah miring," ujar Rahmat, warga Sampipt.
Dia berharap bundaran tersebut bisa diperhatikan pemerintah daerah. "Awalnya banyak yang berkunjung ke sini. Sekarang berkurang drastis," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-11)








