BORNEONEWS, Puruk Cahu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Murung Raya (BPBD Mura) kesulitan menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2017 ini. Tugas ereka terhambat karena keterbatasan pelaralatan.

Kepala BPBD Mura, Markudius Dani mengatakan, selain keterbatasan peralatan, akses jalan yang sangat tidak memadai, terutama masuk ke desa-desa juga menghambat. "Dari aspek peralatan kita sangat terbatas, lebih-lebih kalau melihat dari geografi Murung Raya yang jalanya tidak bisa tembus dengan lancar," jelas Dani, Senin (27/3/2017).

Menurut Dani, dengan alat pemadam sangat terbatas membuat pihak BPBD hanya bisa melakukan penanganan yang bisa mereka jangkau, sedangkan untuk daerah yang jauh, terutama yang memiliki akses jalan yang rusak pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.

"Bisa diasumsikan BPBD tidak mampu menangani yang jauh-jauh. Alat yang dimiliki sekarang hanya berupa mesin pompa portable sebanyak empat unit dan semua itu dipersiapkan semaksimal mungkin mencegah kebakaran hutan dan lahan," tambah Dani. (SUPRIADI/B-2)