BORNEONEWS, Kasongan - Para perawat di Kabupaten Katingan meminta tambahan insentif kepada Bupati Ahmad Yantenglie. Unek-unek ini disampaikan Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Katingan, Setia Jaya saat memberikan sambutannya pada acara perayaan HUT ke 43 PPNI di Aula Dispenda setempat, Senin (27/3/2017).

"Kami sering mendapat keluhan, yaitu dari teman-teman yang bertugas di daerah terpencil. Dalam menjalankan tugas mereka bergelut resiko, yaitu bekerja 24 jam menyelamatkan nyawa supaya masyarakat tetap sehat," ujar Ketua DPD PPNI Katingan, Setia Jaya.

Belum lagi, katanya, resiko perawat bisa ketularan penyakit dari pasien sebab mereka sangat rentan terkena bahan-bahan kimia. "Teman-teman perawat ini banyak sekali permasalahannya pak bupati, tidak dapat disampaikan satu per satu. Pada kesempatan ini, kami minta pertimbangan supaya ada tambahan insentif bagi teman-teman perawat," keluhnya.

Pihaknya, tutur Setia Jaya, hanya sekadar mewakili para perawat ini. "Kami sangat mengharapkan profesi perawat ini diperhatikan," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-2)