BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Johan, warga miskin dan penyakitan, di Pematang Kambat Jalan Manggis RT 01, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, tinggal serumah kakak perempuannya, Norhayati. Sang kakak, menurut penuturan warga sekitar juga mengalami penyakit gangguan di bagian indra pendengarannya.
"Kalau kita ngajak bicara atau sekedar menanyakan sesuatu sama (Norhayati atau Johan), harus dengan suara yang nyaring atau keras. Kalau kita bicaranya dengan suara pelan, dia sering tak bisa dengar apa yang kita bicarakan," kata Muliana (60), warga sekitar, Senin (27/3/2017) siang.
Baik Norhayati ataupun Johan, yang merupakan kakak beradik yang tinggal serumah, lanjut dia, keduanya sama-sama tak bisa melakukan aktivitas apa-apa selain lebih banyak berada di rumah.
"Jujur saya sendiri sering kasihan melihat kehidupan keduanya. Sekarang untuk menjalani hidup hampir seluruhnya bergantung dari kedermawanan seseorang yang merasa iba melihat kehidupan keduanya," ujarnya.
Johan menderita penyakit yang belum diketahui persis jenisnya. Menurut Muliana, hampir tiga tahun ini, Johan tidak bisa berbuat apa-apa, karena terserang penyakit. "Badannya bergetar, kurus. Ditambah dengan asma yang dideritanya."
Untuk berjalan saja, menurut Muliana, Johan sudah kesulitan karena penyakit aneh yang dideritanya tersebut. Jika berusaha bangkit, dan berjalan, Johan sering jatuh. "Ia menggunakan belahan kayu kecil sebagai tongkat untuk membantu berjalan. Dia sering jatuh saat berjalan seperti anak balita yang baru bisa berjalan."
Sebelum penyakit menyerangnya, tubuh Johan, tergolong gemuk, segar, sehingga tidak ada masalah untuk jalan, dan bahkan berlari. Tapi, semenjak penyakit yang dideritanya, badannya kian melemah dan kurus.
"Kami selaku warga sini sekaligus tetangganya, kasihan melihat kehidupan Johan sehari-hari yang hanya bisa bergantung dari uluran tangan warga yang prihatin atas kondisinya tersebut," ungkapnya. (PARNEN/N).








