BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal kakak beradik, Johan dan Norhidayah, warga miskin di Pematang Kambat, Jalan Manggis RT 01, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, merupakan hasil gotong royong warga sekitar. Para tetangga kasihan terhadap dua bersaudara yang kehidupannya miskin, dan penyakitan. Johan menderita penyakit aneh.
"Johan dan Norhayati, dua kakak beradik itu sebelumnya cuma numpang tinggal (ikut) orang lain. Kemudian oleh warga sekitar sepakat untuk membangunkan rumah meski dengan kondisi yang masih terlihat sederhana dan itu dilakukan secara gotong royong," kata Anang Musni (70), tetangga dua warga miskin itu, Senin (27/3/2017).
Dengan adanya tempat hunian (rumah) yang bangunkan secara bersama oleh warga, lanjut dia, maka untuk kedua warga yang merupakan tetangganya tersebut, mereka bisa lebih nyaman dan leluasa dalam beristirahat.
"Apalagi mereka keduanya itu sakit-sakitan, seperti contohnya Johansyah. Rumah ini agar saat malam hari mereka bisa tidur jauh lebih nyenyak. Kita kasihan saja melihatnya, mereka tak punya rumah" ujar Anang.
Pengamatan Borneonews, rumah yang dibangunan oleh sejumlah warga di lokasi permukiman itu, terlihat sederhana. Dengan ukuran sekitar lebar 3,5 meter dan panjang sekitar 6 meter. Meski demikian, rumah dimaksud sangat bermanfaat bagi Johan dan Norhayati untuk tempat berteduh dari panas dan hujan.
"Baru tahun ini rumah mereka itu kita buatkan. Daripada mereka numpang di orang lain. Yah, meskipun dari struktur bangunan rumahnya untuk papan seperti dinding terbuat dari papan bekas yang masih layak pakai," ungkap Anang kembali. (PARNEN/N).








