BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah jembatan yang di depan rumah warga dan rumah toko (ruko) Jl DI Panjaitan, Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibongkar.
Pembongkaran itu dilakukan karena drainase yang ada di bawahnya mengalami kedangkalan. Sehingga saat petugas hendak mengeruk sangat kesulitan.
"Terpaksa kami bongkar jembatan tersebut, karena sangat sulit untuk membersihkan drainase yang dangkal," ujar Lurah Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Maya Annisa Lestari, saat memimpin pembongkaran tersebut, Senin (27/3/2017).
Pengerukan dilakukan karena di daerah tersebut sering terjadi banjir saat hujan deras datang. Hal itupun membuat sejumlah rumah yang di daerah tersebut mengalami banjir.
Hal itu terjadi akibat air pada drainase tidak bisa mengalir dengan lancar, akibat adanya kedangkalan pada parit tersebut.
"Mau tidak mau harus dibongkar jembatan tersebut, karena petugas kebersihan tidak dapat melakukan pengerukan," lanjut Maya.
Pengerukan dilakukan menggunakan excavator. Hal itu dilakukan karena kedangkalan akibat adanya pasir, lumpur, sampah bekas bunkus makanan, dan juga dedaunan mengendap cukup tinggi. Sehingga air pada drainase tidak bisa mengalir deras, bahkan terhambat akibat kedangkalan tersebut.
Selain itu, selama ini, dijalan tersebut sering terjadi banjir saat hujan deras turun. Dan pembongkaran itu adalah salah satu upaya untuk menghilangkan bencana banjir diperkotaan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








