BORNEONEWS, Muara Teweh - Selama ini program yang dilaksanakan dinas Kesehatan Barito Utara selalu menjabarkan program bupati yang sudah tertuang dalam rencana strategis (renstra) 2013-2018.

Salah satunya bupati komitmen seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu diberikan perlindungan kesehaatan dengan mendaftarkan ke BPJS yang iurannya dibayarkannya oleh pemerintah daerah melalui pos anggaran dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Robansyah mengatakan sampai Maret 2017 ini sudah mencapai 50.000 jiwa yang sudah tercover oleh pemerintah daerah dalam penjaminan kesehatannya melalui BPJS Kesehatan.

“Sehingga masyarakat tidak perlu lagi takut untuk mendatangi pusat pelayanan kesehatan karena harus memikirkan biaya kesehatan, dengan dijadikan peserta BPJS Kesehatan, mereka hanya cukup memenuhi ketentuan prosedur pelayanan kesehatan saja dan biayanya telah ditanggung,” terangnya, Senin (27/3/2017).

Dikatakan, untuk guru PNS sudah tercover menjadi peserta BPJS yang iurannya dibayarkan melalui gaji, sementara untuk tenaga kontrak sebelumnya sudah ada program dari dinas kesehatan untuk penjaminan kesehatannya melalui BPJS.

Selain itu juga ada program Kalteng Barigas, sehingga sebagian guru yang iuran jaminan kesehatan dibayarkan oleh pemerintah provinsi. Namun sampai saat ini bantuan Kalteng Barigas belum terdata dengan jelas, namun demikian kebijakan pemerintah saat selama ini dengan memprioritaskan masyarakat miskin dan tidak mampu. (RAMADHANI/B-6)