BORNEONEWS, Kuala Kurun - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Wendy Hartono mengingatkan, kita harus mempersiapakan generasi muda menghadapi bonus demografi atau penduduk usia produktif pada 2020-2030. Hal itu agar gererasi muda mampu bersaing dan terlibat dalam pembangunan.
"Kalau mereka (gegerasi muda) produktif, mereka juga akan memiliki tabungan dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga," ujar Wendy kepada wartawan usai menjadi pembicara pada Sosialisasi Program Pembangunam Kependudukan Untuk Ketahanan Keluarga Dalam Rangka Mewujudkan Kalteng Berkah di GPU Damang Batu, Kuala Kurun, Senin (27/3/2017).
Menurut dia, dalam hal mempersiapkan generasi muda untuk lebih produktif, salah satunya jangan sampai putus sekolah dan mendapat pendidikan yang baik. Dengan demikian, bisa berkontribusi untuk Kabupaten Gunung Mas.
"Diharapkan para generasi muda, SMP, SMA dan sebagainya. Bisa sekolah setinggi-tingginya baik di Palangka Raya mau pun Pulau Jawa dan bisa kembali lagi untuk membangun Kabupaten Gunung Mas," ucap dia.
Namun demikian, lanjut dia, pemerintah juga harus bisa menyiapkan peluang dan lapangan pekerjaan, agar para generasi muda bisa lebih produktif. Disamping itu, kepada generasi muda yang putus sekolah, pemerintah harus menyediakan balai-balai latihan kerja.
"Supaya mereka meningkatkan kompetensi, agar bisa berkontribusi pada bonus demografi," harapnya. (EPRA SENTOSA/B-5)








