BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Setelah semua kegiatan telah dilaksanakan umat Hindu, maka sejanjutknya akan menjalani catur brata, di mana harus menjalani empat larangan saat hari raya Nyepi, yakni tidak melakukan aktivitas api, tidak bekerja, tidak menyelenggarakan pesta, dan tidak bepergian.
Menurut panitia Kesanga dan Ogoh-ogoh Iwan Suharna, catur brata merupakan perayaan Nyepi yang harus dijalani dengan penuh ketenangan dan introspeksi diri terhadap apa yang sudah diperbuat selama satu tahun untuk mengendalikan hawa nafsu sebagai manusia.
Sedangkan pada Selasa (28/3/2017) merupakan ritual buana agung catur brata, yakni penyepian dari segala kegiatan.
"Saat memasuki hari raya Nyepi kita tidak lagi melakukan aktivitas baik itu makan minum selama 24 jam, kerja, bergembira dan tidak berjalan kemana-mana hanya sebatas di halaman rumah saja," kata I Wayan Suharna, Senin(27/8/2017).
Dia mengatakan, kalau api bukan saja memasak di dapur, tapi juga api kebencian yang ada pada diri kita harus di redam.
"Kita tidak boleh melakukan apa pun yang berkaitan dengan hawa nafsu, untuk makan minum selama 24 jam dan ini merupakan hubungan pribadi antara umat dengan sang pencipta selama satu hari punuh dan malam ini sudah mulai dijalani," katanya. (DJIMMY/B-5)








