BORNEONEWS, Palangka Raya - Ternyata empat ogoh-ogoh yang dibuat di Palangka Raya dalam menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 menelan dana yang cukup besar.

"Biaya pembuatan rata-rata Rp10 juta tiap satunya," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Kalteng, I Nyoman Sudyana kepada Borneonews.co.id, Senin (27/3/2017).

Total nilai empat opatung yang digunakan dalam pawai ogoh-ogoh Senin (27/3/2017) tadi mencapai Rp40 juta. Menurut Nyoman, ogoh-ogoh merupakan kreasi budaya untuk anak muda Hindu. Kemudian dikaitkan juga dengan Hari Raya Nyepi sebagai lambang pada Buta Kala. "Jadi ini sebagai simbol saja. Dari yang awalnya dalam bentuk energi negatif, kita jadikan positif agar memberikan kedamaian," ungkapnya.

Seusai pawai, ogoh-ogoh biasanya dibakar. Namun kali ini tidak dibakar karena berupaya menjaga udara tetap sehat. "Kita ambil beberapa bagian saja terus dibakar secara simbolis," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)