BORNEONEWS, Kasongan - Ratusan perawat di Kabupaten Katingan belum memiliki pekerjaan alias nganggur. Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Katingan Setia Jaya berharap pemerintah daerah dapat mempekerjakan sekitar 100 perawat yang belum memiliki pekerjaan tersebut untuk diangkat sebagai tenaga harian lepas.
Setia Jaya merinci, jumlah perawat di Kabupaten Katingan sebanyak 515 orang. "Dari jumlah tersebut sebanyak 215 orang di antaranya PNS di Dinas Kesehatan, dan 90 orang PNS yang bertugas di RSUD Mas Amsyar," kata Setia Jaya saat HUT ke 43 PPNI di Aula Dispenda setempat, Senin (27/3/2017).
Sedangkan perawat yang statusnya masih tenaga harian lepas (THL) pada puskesmas terdapat 47 orang, kemudian di RSUD Mas Amsyar sebanyak 40 orang, "TKS-nya sebanyak 25 orang semuanya tugas di puskesmas, sedangkan yang belum punya pekerjaan sebanyak kurang lebih 100 orang, sehingga total keseluruhan mencapai 515 orang," ungkap Setia Jaya.
Sebenarnya, lanjut Setia Jaya, pada HUT ke 43 PPNI ini mengundang seluruh perawat. Namun, yang hadir hanya perwakilan saja. Tidak semua perawat hadir, karena mereka memiliki jiwa kemanusiaan. "Kenapa dari 515 perawat yang hadir kok sedikit, karena mereka punya hati nurani, sebab kalau ditinggal semuanya lantas bagaimana nasib pasien yang sedang dirawat," kata Setia Jaya. (ABDUL GOFUR/B-2)








