BORNEONEWS, Palangka Raya – Pada 2018 mendatang, 10 kabupaten dan satu kota akan menggelar Pilkada Serentak tahap III. Calon “bakal calon” kepala daerah pun banyak yang sudah mulai 'tebar pesona' di publik sembari mengadu nasib siapa tahu ada yang melamar. Di antara sejumlah daerah yang paling banyak menawarkan calon adalah Kota Palangka Raya.

Banyak peminat yang ingin menggantikan kursi KH 1 AU sepeninggal Riban Satia meletakkan jabatan karena sudah dua periode menjabat. Beberapa di antaranya sudah familiar, sebagian lagi bukan sosok yang familiar namun dianggap sebagian kalangan mampu menakhodai organisasi pemerintahan yang bernama ‘Pemerintah Kota Palangka Raya’.

Di antaranya Mofit Saptono Subagio yang kini menjabat Wakilnya Riban, Ibnu Elmi AS Pelu Rektor IAIN Palangka Raya, Sigit K Yunianto Ketua DPRD Palangka Raya, Jhon Krisli Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Fairid Naparin Ketua KNPI Kalteng, Andre L Narang, dan sejumlah nama lain misalnya Heru Hidayat, Rizky Mahendra, Rizky Badjuri, hingga Yuliustry Bedry, yang mengambil jalur perseorangan.

Namun ada satu nama yang belum diperbincangkan banyak orang, ialah Agustiar Sabran yang kini menjabat Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggantikan Sabran Ahmad, Ketua sebelumnya. Banyak kalangan tidak memprediksinya bakal maju, karena yang bersangkutan enggan menanggapi tawaran ‘maju’ oleh sejumlah pihak yang mendorongnya.

"Kiranya bagus kalau dia (Agustiar) maju meramaikan bursa bakal calon Walikota untuk mengimbangi nama-nama yang telah beredar. Saya nilai yang bersangkutan kompeten, dan saya setuju dia maju. Namun sepertinya perlu banyak dorongan agar dia mau mau maju (mencalon)," ujar Heriansyah, Politisi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Heriansyah kepada Borneonews, Selasa (28/3/2017).

Heriansyah yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD Kalteng ini mengungkapkan, banyak potensi yang ada di diri Agustiar. Apalagi Pengalaman kepemimpinan yang dijalani sosok Agustiar juga disebutnya tak kalah dengan nama-nama yang lebih dulu santer beredar. Dari jabatan organisasi politik, organisasi profesi, dan lainnya.

Sebelumnya, dorongan yang hampir sama disampaikan salah satu pengurus DAD Kalteng, Andrie Elia Embang. Ia mengatakan, sosok Agustiar memang sangat layak sebagai pengganti Riban Satia. Selain dekat dengan semua kalangan dan merakyat, secara kapabilitas sangat mumpuni. Persoalannya, kata Elia, hanya menunggu apakah yang bersangkutan mau ataukah tidak. "Kita setuju dan dorong ia maju, tetapi kan tergantung Agustiar, kalau maju tentunya akan menjadi lawan kuat bagi kandidat lain," ujarnya.

Andrie Elia yang juga akademisi Universitas Negeri Palangka Raya (UPR) banyak nama yang sudah beredar sekarang, tugasnya tinggal bagaimana menyakinkan masyarakat, mengungkap jelas apa program yang dirancangnya bagi kepentingan masyarakat Ibukota ini. (ROZIQIN/B-2)