BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Johan, warga miskin penderita penyakit aneh yang mengalami kelumpuhan, akhirnya mendapat pertolongan pengobatan dan perawatan medis gratis. Upaya cepat tanggap terkait kondisi warga Seruyan yang sakit itu, langsung digawangi oleh Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir. Wabup membawa Johan untuk dirawat di rumah sakit.
“Hari ini juga dia (Johan) segera kita bawa ke rumah sakit dengan biaya pengobatan secara gratis. Saya sangat berharap semoga Pak Johan bisa segera sembuh dari penyakitnya,” kata Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir, di lokasi kediaman Johan yang berada di Pematang Panjang Jalan Manggis RT 01 Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir, Selasa (28/3/2017) pagi.
Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir itu tidak datang sendiri, melainkan mengajak Kepala RSUD Kuala Pembuang Reson Rusdianto, yang diikuti oleh sejumlah anggota komunitas Seruyan Bike Club. “Hari ini ambulans dari rumah sakit itu langsung akan membawa pasien untuk mendapatkan penanganan pengobatan lebih lanjut.”
Wabup Seruyan itu mengungkapkan, dirinya sangat berterima kasih kepada media Borneonews yang sudah memberikan informasinya melalui berita terkait adanya warga Seruyan yang membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah. “Setelah mengetahui beliau sakit, saya langsung ambil kebijakan, Pak Johan itu harus segera dirawat seperti apa yang dia harapkan.”
Seperti diberitakan Borneonews.co.id sepanjang Senin (27/3/2017). Johan menderita penyakit aneh yang belum diketahui persis jenisnya. Menurut tetangganya, Muliana (60), hampir tiga tahun ini, Johan tidak bisa berbuat apa-apa, karena terserang penyakit. "Badannya bergetar, kurus. Ditambah dengan asma yang dideritanya."
Untuk berjalan saja, menurut Muliana, Johan sudah kesulitan karena penyakit aneh yang dideritanya tersebut. Jika berusaha bangkit, dan berjalan, Johan sering jatuh. "Ia menggunakan belahan kayu kecil sebagai tongkat untuk membantu berjalan. Dia sering jatuh saat berjalan seperti anak balita yang baru bisa berjalan."
Sebelum penyakit menyerangnya, tubuh Johan, tergolong gemuk, segar, sehingga tidak ada masalah untuk jalan, dan bahkan berlari. Tapi, semenjak penyakit yang dideritanya, badannya kian melemah dan kurus.
"Kami selaku warga sini sekaligus tetangganya, kasihan melihat kehidupan Johan sehari-hari yang hanya bisa bergantung dari uluran tangan warga yang prihatin atas kondisinya tersebut," ungkapnya. (PARNEN/N).







