BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Kesehatan Faisal Novendra Cahyanto menyampaikan, akan dilakukan modernisasi terhadap puskesmas, namun secara terjadwal atau bergantian. Itu bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menanggapi permasalahan rusaknya bangunan puskesmas, khususnya di daerah terpencil di wilayah yang dipimpin Bupati Supian Hadi itu.

"Sekarang ini sudah mulai berjalan, dari tahun 2015 Puskesmas Baamang 2, 2016 lalu Puskesmas Tualan Hulu, tahun ini Puskesmas Ketapang 2. Kita bangun dengan dana miliaran jadi dalam setahun kita mampu bangun cuma satu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto, di Sampit, Selasa (28/3/2017).

Faisal berharap Puskesmas di Kotim ini dimodernisasi sesuai Permenkes nomor 75 yang mengacu pada standarisasi Puskesmas, seperti luas ruang pelayanan dan jumlah tenaga pekerjanya. "Syukur-syukur nanti disediakan anggaran yang lebih sehingga bisa bangun dua atau tiga sekaligus."

Namun, menurut Faisal pembangunnya akan dilakukan secara terjadwal. Akan diprioritaskan puskesmas yang kunjungannya banyak karena menyangkut pelayanan publik yang cukup besar. 

Sebelumnya, Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Hero Harapanno Mandouw menyebutkan kondisi Puskesmas Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, cukup memprihatinkan. Ditambah lagi, puskesmas tersebut masih kekurangan tenaga medis.

"Hasil sidak kami belum ada petugas bidan di sana," kata Hero Harapanno, Jumat (24/3/2017).

Politisi Partai Demokrat tersebut, mengharapkan setiap puskesmas setidaknya memiliki satu dokter umum, perawat dan tenaga bidan. "Bila tenaga tersebut tidak terpenuhi, perlu dipikirkan keseriusan pemerintah terhadap pelayanan kesehatan prima terhadap masyarakat."

Hero menyebutkan bila memang ingin memusatkan pelayanan kesehatan wilayah selatan pada Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sarana pelayanan kesehatan seperti Puskesmas Ujung Pandaran bisa dipikirkan untuk diturunkan saja statusnya menjadi puskesmas pembantu (pustu). 

Hero berharap pemerintah bisa melihat kondisi ini agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. Sebab, tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk setiap kecamatan di Kotim. (NOOR ANNISA/N).