BORNEONEWS, Buntok - Kerugian atas musibah kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah di Desa Penda Asam, Kecamatan Dusun Selatan, kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ditaksir kurang lebih Rp1 miliar. Kebakaran Senin (27/3/2017) siang, pukul 13.15 WIB itu, diduga karena korseling listrik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebaran tersebut.
"Dalam musibah kebakaran tersebut semua harta benda tidak dapat diselamatkan. Karena, kejadiannya, begitu cepat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp1 miliar, karena semua harta benda ikut terbakar," kata Kapolsek Dusun Selatan, AKP Budiono kepada Borneonews, di Buntok, Selasa (28/3/2017).
Budiono mengungkapkan, berdasarkan keterangan para saksi dugaan sementara kebarakan itu akibat arus pendek listrik. Karena, sebelum kejadian kebakaran, aliran listrik PLN padam sekitar 30 menit. Namun, begitu listrik hidup tiba-tiba kebakaran pun terjadi. "Karena itu kuat dugaan kebakaran akibat arus pendek listrik."
Sebelumnya, Isah (40), warga Desa Penda Asam, menceritakan, sempat kaget mendengar beberapa kali ledakan di tengah kebakaran, siang itu. "Waktu itu saya mau tidur tiba-tiba mendengar ledakan keras dari kios di seberang rumah saya," kata Isah kepada Borneonews.
Begitu keluar rumah, urai Isah, api sudah membesar dari dapur kios milik Ela. Lalu, kurang lebih 15 menit api sudah meluluhlantakan tujuh unit rumah warga.
Warga Desa Penda Asam pun geger dengan kejadian tersebut. Sebagian warga membantu memadamkan api, sebagian lagi menghubungi petugas pemadam kebakaran. Berselang 25 menit kemudian, pemadam kebakaran tiba di lokasi musibah. Namun, tujuh unit rumah tersebut hanya tinggal puing. (URIUTU DJAPER).








