BORNEONEWS, Sampit - Beredarnya isu penculikan seorang anak SD di Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata hanya hoax alias kabar bohong. Itu ditegaskan langsung Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono, Selasa (28/3/2017).
Masriwiyono mendapatkan informasi ada penculikan langsung melakukan pengecekan di lapangan, mengingat tidak ada laporan ke Polsek masuk. Informasi beredar awalnya seorang anak hilang di daerah Indo Balambit.
"Kami sudah cek ke sekolah dan koordinasi dengan UPT di Bagendang. Serta koordinasi juga dengan kepala sekolah Bagendang Hulu dan ketua RT di sekitar SDN Indo Balambit menyatakan tidak ada anak hilang, itu hanya informasi hoax," tegas pria balok dua dipundaknya itu, Selasa (28/3/2017).
Dikatakan Kapolsek Sungai Sampit, beberapa bulan lalu pihaknya memang sempat menerima laporan terkait anak TK hilang. Awalnya keluarga melapor itu penculikan namun saat ditelusuri anak tersebut ternyata dibawa oleh ayahnya ke Kabupaten Seruyan.
Mengingat kedua orangtuanya sudah bercerai dan saling berebut anak, hingga pada akhirnya ayah anak tersebut menjemput anaknya itu dan langsung membawanya ke Seruyan namun masalah itu kini sudah selesai.
Sementara itu, warga Bagendang Ardian saat dikonfirmasi Borneonews.co.id juga mengaku itu hanya informasi bohong. Karena menurutnya tidak ada anak yang hilang. "Tidak ada anak yang hilang, warga lain juga bilang tidak ada, kalau ada pasti ribut," tutup Ardian. (NACO/B-5)








