BORNEONEWS, Palangka Raya – Daerah terbanyak penerima beras sejahtera (Rastra) di Kalteng adalah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Jumlah rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) di kabupaten ini menurut pagu 2017 adalah sebanyak 21.126 KK, dengan total beras yang diterima kabupaten ini sebanyak 3.802,68 ton.

Namun, Kotim juga terbanyak mengalami penurunan jumlah penerima Rastra. Dibanding 2016 lalu dimana Kotim mendapat jatah 23.473 KK, dengan total Rastra mencapai 4.225,14 ton, berarti Kotim berkurang 422,460 Kg atau menyusut 10%.

Posisi berikutnya adalah Kabupaten Kapuas. Tahun lalu, Total RTS-PM di kabupaten lumbung padi ini mendapat alokasi Rastra untuk 11.924 KK dengan alokasi 2.146,32 ton. Sedangkan di 2017, Kapuas mendapat jatah untuk 11.168 KK dengan alokasi Rastra 2.010,24 Ton. Atau berkurang 136.080 Kg (6,34%) dibanding tahun lalu.

“Posisi Ketiga daerah yang alokasi pengurangan tertinggi jatah beras untuk orang miskin adalah di Pulang Pisau. Kabupaten ini berkurang jatah Rastranya 122.760 Kg (10%), dari sebelumnya RTS-PM sebanyak 6.821 KK pada 2016 menjadi 6.139 KK pada 2017,” terang kepala Dinas Sosial Kalteng, Guntur Talajan kepada Borneonews.co.id.

“Namun penyaluran Rastra atau yang dulu disebut Raskin ini, masih belum dilaksanakan.Dan ini seluruh Indonesia,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah pagu beras sejahtera atau disebut Rastra (istilah baru untuk Raskin) untuk Provinsi Kalteng 2017 ini turun 418,860 Ton atau turun sebesar 2,78% dari tahun lalu. Jatah Kalteng pada 2016 sebesar 15.067,98 Ton, namun kemudian pada 2017 hanya mendapat alokasi 14.649,12 Ton. (ROZIQIN/B-5)