BORNEONEWS, Kasongan - Musim hujan 2017 ini diperkirakan berlangsung hingga akhir April mendatang. Memasuki Mei 2017 diprediksi hujan sudah jarang terjadi. Meski begitu, belum bisa diperkirakan persisnya musim kemarau menjelang. Pihak BPBD Katingan sudah mengantisipasi datangnya kemarau.
"Berdasarkan prakiraan pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah, Mei 2017, intensitas hujan sudah sangat jarang, tidak seperti saat ini, yang hampir tiap hari ada hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Icing kepada borneonews.co.id, di Kasongan, Selasa (28/3/2017).
Namun Icing mengaku jika pihaknya tidak bisa memastikan awal musim kemarau tahun ini pada bulan apa. "Juga tahun ini apakah akan sama dengan tahun lalu, yaitu terjadi kemarau basah, atau justru kemarau panjang."
Biasanya jika tahun sebelumnya terjadi kemarau panjang, kemungkinan tahun berikutnya bakal terjadi kemarau basah. Kata Icing, keadaan cuaca ini sulit ditebak. Yang jelas saat ini pihaknya sudah mengantisipasi datangnya musim kemarau itu.
Berdasarkan pantauan Borneonews online, curah hujan di wilayah Kabupaten Katingan akhir-akhir ini terus meninggi. Bahkan di Kasongan, Ibu kota Kabupaten Katingan sejak sore hingga malam ini hujan deras masih mengguyur Kasongan dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Robertus Pamuriyanto mengimbau warga agar mewaspadai berbagai penyakit yang muncul saat musim hujan. Menurutnya dampak musim penghujan ini bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit. Selain batuk pilek, biasanya warga juga terserang penyakit muntaber.
"Curah hujan sampai akhir Maret ini masih tinggi. Untuk itu kami imbau masyarakat selalu mewaspadai penularan berbagai penyakit. Yang harus diwaspadai penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab DBD ini biasanya muncul pada musim hujan maupun masa peralihan dari penghujan ke kemarau," katanya.
Dokter Robertus mengakui dalam kurun waktu selama 2017, di wilayahnya masih aman dari penyakit DBD, namun warga harus selalu mewaspadai penularan penyakit DBD. (ABDUL GOFUR/N).








