BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dituding cuma menyampaikan laporan bohong kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng Guntur Talajan, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Seruyan memberikan klarifikasi kepada Borneonews.co.id, yang intinya itu terjadi lantaran miskomunikasi.

"Cuma ada miskomunikasi saja di tingkat jajaran kami yang ditugaskan untuk bergerak ke lapangan menyambangi kondisi Pak Johan, warga Pematang Kambat yang tengah sakit itu," kata Sekretaris Dinsos Seruyan, Didi Djunaidi mewakili Kepala Dinsos Seruyan Dadan Supandi, kepada Borneonews, Rabu (29/3/2017).

Didi menceritakan, pada Selasa (28/3/2017), jajarannya sudah menginstruksikan petugas untuk langsung menyambangi kediaman Johan. Namun, saat petugas Dinsos tiba, ternyata warga miskin yang sakit atas nama Johan tersebut sudah di rujuk ke RSUD Kuala Pembuang oleh Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir dan pihak rumah sakit setempat.

"Petugas kami ada kesana untuk memberikan upaya tindak lanjut penanganan pada pagi kemarin, Rabu (28/3/2017), tapi terlambat karena yang disambangi sudah dibawa lebih dulu ke rumah sakit," tutur Didi, sembari tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kedatangan tersebut.

Dia menambahkan, sementara untuk posisi Kadinsos Seruyan Dadan Supandi hingga hari kemarin, sedang tidak berada di Kuala Pembuang.

"Beliau sejak beberapa hari yang baru lewat, berangkat ke Kota Solo untuk menjenguk anak beliau yang sakit. Untuk itulah, beliau menginstruksikan petugas di dinas untuk bisa turun ke lapangan membantu warga itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Seruyan Yulhaidir mengaku tak habis pikir dengan adanya laporan Kepala Dinas Sosial Seruyan Dadan Supandi kepada Kepala Dinas Sosial Kalteng Guntur Talajan yang telah menerima laporan bagus dengan telah menindaklanjuti kondisi Johan pada pagi-pagi buta, Selasa (28/3/2017).

Kenapa? Wabup menilai, apa yang disampaikan Kepala Dinsos Seruyan itu tidak benar. "Mana ada Kepala Dinsos datang ke sini (ke kediaman Johan). Itu bohong. Buktinya, dari tadi pagi saya di sini, tidak melihat pihak dari Dinsos Seruyan," kata Yulhaidir. (PARNEN/B-5)