BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pengurus United Nations Population Fund Activities (UNPFA) membahas persoalan, dan optimalisasi pemberdayaan pemuda. Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menerima kunjungan Pengurus UNPFA, Arnette Sachs Robertson, bersama Margaretha Sitanggang, Anggraini Sari dan Milliana Endah. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Sesmenpora, lantai 3 Kemenpora Senayan, Jakarta, Rabu (29/3/2017) siang.
"Banyak konsen yang disampaikan khususnya masalah kepemudaan. Beliau, Mrs. Arnette ingin ada pemberdayaan optimalisasi masalah kepemudaan seperti bonus demografi," ujar Gatot didampingi Asdep Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Wisler Manalu, Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya, Sesdep Imam Gunawan.
Menurut Sesmenpora kedatangan pengurus UNPFA merupakan kunjungan kehormatan yang telah lama tetapi baru pada kesempatan ini diadakan. Dalam pertemuan itu banyak dibahas mengenai masalah-masalah kepemudaan.
Bonus demografi lanjutnya, dapat berefek positif dan negatif. Baik apabila dapat diberdayakan. Sebaliknya, kata Gatot, akan berefek buruk apabila para pemuda masuk dalam narkoba, pengangguran dan terorisme. "Beliau ingin adanya interaksi lebih intensif dengan pemerintah khususnya Kemenpora tetapi ada beberapa kendala yakni draft Keputusan Presiden (Keppres) beberapa tahun telah digagas tetapi hingga saat ini belum tuntas."
Gatot berharap, Keppres atau nantinya berbentuk Instruksi Presiden (Inpres) masalah kepemudaan selesai pertengahan tahun ini. Pasalnya, keputusan Presiden ini selain ditunggu lembaga-lembaga nasional juga dinantikan oleh pihak asing.
"Semoga dari pihak UNPFA anggaran tidak menjadi alasan utama karena terkait anggaran seperti itu dapat dicreate sedemikian rupa dan akan banyak pihak terkait," tuturnya.
Gatot optimistis anggaran kepemudaan di Indonesia tidak hanya di Kemenpora tetapi tersebar di kementerian atau lembaga lain. "Dengan adanya kunjungan ini saya akan banyak mengembangkan beberapa hal seksi di kepemudaan dengan kemasan yang bagus sehingga akan timbul kepercayaan publik bahwa kemenpora mampu mengembangkan kepemudaan menjadi lebih baik," tutupnya. (KEMENPORA/ben/N).








