BORNEONEWS, Buntok - Kalangan remaja di Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan menunjukkan kepeduliaan nasib warga Desa Asam, yang terimpa musibah kebakaran. Mereka mengamen, atau bernyanyi di pinggir jalan dan lampu merah di kawasan Kota Buntok, untuk mengumpulkan uang dari masyarakat. Padahal, bagi sebagian orang, hal itu masih tabu bagi masyarakat setempat.
Pantauan PPost, kali ini, kumpulan para remaja dari berbagai komunitas, di Kota Buntok rela bernyanyi dan ngamen di pinggir jalan dan berbagai tempat keramaian dalam Kota Buntok untuk mengumpulkan uang recehan. Hasilnya akan disumbangkan kepada warga Desa Penda Asam, yang tertimpa musibah kebakaran, Senin (27/3/2017).
"Kalau ngamen untuk pribadi mungkin saya malu bang. Tapi kalau hasilnya untuk disumbangkan pada masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran, kami ikhlas saja," tutur ketua Repers Hairi Asbi kepada PPost di sela kegiatannya di Plaza Beringin Buntok, Rabu (29/3)
Ia mengatakan, sebelum mengumpulkan sumbangan dari masyarakat setempat, pihaknya dari perkumpulan remaja pendukung Eddy Raya tersebut, secara pribadi, juga diharuskan memberikan sumbangan baik berupa uang maupun berbagai barang yang bisa bermanfaat bagi para korban.
"Semua bantuan kami dan hasil ngamen yang kami kumpulkan ini 100% akan kami serahkan kepada warga Desa Asam yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara ketua Komunitas Motor Bangkuang, Jhon Bucek ,ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, bersama anggotanya juga turut serta menaruh kepedulian terhadap korban kebakaran Asam. Yaitu dengan mengumpulkan pakaian bekas layak pakai dan perabotan rumah tangga yang akan di sumbangkan pada warga musibah kebakaran.
"Insya Allah dalam beberapa hari ke depan, semua yang kami kumpulkan ini akan segera kami serahkan kepada korban di Desa Asam," ucap Bucek singkat. (H. LAILY MANSYUR/N).








