BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jembatan Babing di Kelurahan Pangkut Kecamatan Aruta., Kabupaten Kobar yang ambrol akibat diterjang derasnya air sungai belum lama ini perlu penanganan cepat dari pemerintah Kotawaringin Barat (Kobar). Pasalnya, jembatan satu-satunya penghubung Desa Gandis dan Sukarami itu sudah tak bisa dilalui warga.
"Warga harus berputar karena jembatan itu tidak bisa dilalui, tidak ada akses lain," kata Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Kobar, Pahrul Laji, Kamis (30/3/2017).
Lurah Pangkut, Thomas Nasir berharap jembatan itu segera fungsional. Sebab warga merasa kesulitan dengan putusnya jembatan itu.
"Warga desa berharap segera diperbaiki jembatan itu, sudah satu minggu kondisinya seperti iti," kata dia.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kobar, Juni Gultom mengatakan akan memperbaiki jembatan tersebut dengan dana perawatan.
"Sementara kami gunakan anggaran perawatan," katanya yang mengaku langsung menggelar rapat usai mendapat kabar jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 8 meter tersebut. (CECEP HERDI/B-2)







