BORNEONEWS, Palangka Raya – Salah satu mujahid Islam dan mantan teroris di Indonesia dihadirkan ke Kota Palangka Raya. Dia didatangkan ke kantor Gubenur Kalteng, Kamis (30/3/2017).

Dia akan bersaksi dan memberikan testimoni keterlibatannya dalam jaringan terorisme dalam dan luar negeri yang dilakoni selama ini, guna penyadaran sekaligus menjadi wawasan serta upaya mengingatkan agar waspada bibit-bibit terorisme yang bermula dari radikalisme.

Mantan pegiat terorisme itu adalah Nasir Abbas. Dia akan memberikan testimoni kepada ratusan mahasiswa yang aktif di lembaga dakwah kampus (LDK), yang menurut sejumlah penelitian terakhir disinyalir sebagai pintu masuknya faham radikalis ke kampus perguruan tinggi, di aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng.

“Dia akan hadir di sesi kedua dialog hari ini, bersama Sahrin Harahap, akademisi dari UIN Medan yang akan bicara tentang mencegah terorisme dengan pendekatan dakwah,” kata Sabian Usman, moderator dialog pencegahan terorisme bersama BNPT.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Kesejahtreraan Rakyat dan Kemasyarakatan, Syahruddin yang mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengatakan, kondisi saat ini banyak mahasiswa yang telah terjadi dis-orientasi dalam dua tahun terakhir terkait gerakan kemahasiswaannya.

“Mengalami penurunan dalam berorganisasi padahal dengan berorganisasi akan lebh dewasa dalam melakukan aktivitasnya baik dalam kampus maupun luar kampus,” katanya. (ROZIQIN/B-6)