BORNEONEWS, Palangka Raya - Tahun lalu, musim kemarau di Provinsi Kalimantan Tengah tidak terlalu kering. Hal itu disebabkan Bumi Tambun Bungai--julukan Kalteng--dipengaruhi La Nina. La Nina adalah penurunan suhu air laut yang mengakibatkan musim kemarau masih dihiasi dengan banyak hujan.
Namun tidak demikian dengan tahun ini. Meski kondisi terakhir Kalteng masih mengalami musim hujan, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut, Palangla Raya, memprediksikan bahwa tahun ini wilayah Kalteng akan mengalami El Nino.
"Sekarang kita masih di musim hujan tapi sebentar lagi akan memasuki musim kemarau. Masa peralihan musim inilah biasanya akan banyak terjadi cuaca ekstrim. Kami minta masyarakat bisa lebih waspada," pesan Kasi Data dan Informasi BMKG Palangka Raya Anton Budiyono saat ditemui Borneonews, Kamis (30/3/2017).
Ia menyebutkan, cuaca ekstrim selama periode El Nino bisa berupa hujan yang sangat lebat disertai angin kencang atau malah panas luar biasa. "Ini akan terjadi sekitar bulan April sampai Mei," katanya.
Dengan datangnya fenomena El Nino, kata Anton, maka ada kemungkinan musim kemarau tahun ini akan sangat kering. (TESTI PRISCILLA/B-3)








