BORNEONEWS, Muara Teweh – Perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Utara terhadap fasilitas di pondok pasantren masih minim.

Karena itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pasantren Kementerian Agama Barito Utara Al Hadi meminta pemkab lebih meningkatkan perhatian terhadap pondok pasantren. Sebab pondok pesantren turut mencetak generasi muda yang berilmu dan berpengetahuan agama.

Menurut Al Hadi, salah satu fasilitas yang dibutuhkan pondok pesantren ialah kamar tidur santri. Saat ini, katanya, ada kamar tidur di pondok pesantren yang dihuni hinggga enan santri, bahkan lebih. Padahal, idealnya paling banyak diisi oleh empat santri.

“Untuk di wilayah ini terdapat tiga pondok pasantren yakni Nurul Rahman di Desa Batu Raya, Pondok Pasantren Yasin di Jinggah, dan Istiqomah di Muara Teweh. Dari semua pondok pasantren itu, khusus untuk fasilitas kamar bagi para santrinya masih kurang,” katanya.

Persoalan kamar tidur santri  sebenarnya pernah disampaikan dalam rapar kerja Kementerian Agama. Namun hingga saat ini  belum ada tindak lanjutnya.  Usulan yang terakomodasi pada tahun ini baru pembelian buku dan kitab untuk menunjang proses belajar mengajar para santri di Pondok Pasantren Yasin dengan nilai sebesar Rp25 juta. Sedangkan usulan buku dan kitab untuk pesantren lainnya kemungkinan akan direalisasikan secara bertahap.

“Untuk ke tiga pasantren itu kita usulkan semuanya untuk pengadaan buku kitab pelajaran bagi santri. Namun sementara ini hanya satu pondok pasantren yang dapat diakomodasi di tahun ini lantaran keterbatasan anggaran. Harapan kita juga kepada pemerintah daerah dapat membantu pondok-pondok pasantren yang ada di daerah ini,” tuturnya. (RAMADHANI/B-3)