BORNEONEWS, Palangka Raya – Seperti mesin diesel, yang lambat panas, pelan tetapi pasti nama H. Agustiar Sabran mulai menguat dalam bursa pencalonan Wali Kota Palangka Raya 2018-2023. Sebelum dukungan dari Majelis Kedamangan Kota Palangka Raya, nama kakak kandung Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran itu, sudah dimunculkan dua tokoh. Tetapi, sampai Jumat (31/3/2017), Agustiar masih enggan bersuara.


Seperti diketahui, dalam Pilkada Serentak 2018, akan ada 10 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan tengah (Kalteng), yang bakal menyelenggarakan pemilihan kepala daerah, Juni 2018. Tanpa mengurangi 'kebesaran' Pilkada Serentak tahap III 2018 di wilayah lainnya, kontestasi di Kota Cantik, paling ditunggu. Wajar, karena Kota Palangka Raya adalah ibu kota Provinsi Kalteng, dan sedang disiapkan sebagai ibu kota Negara.


Wajar pula jika sejumlah calon “bakal calon” kepala daerah sudah mulai tebar pesona meramaikan bursa pencalonan Pilkada Palangka Raya 2018. Nama-nama mereka sudah lama meramaikan bursa pencalonan, setidaknya jauh sebelum kemunculan nama Ketua Dewan Adat Dayak, H. Agustiar Sabran. Nama-nama mereka sudah lama muncul ke publik, meski pesta demokrasinya masih setahun lebih.


Banyak peminat yang ingin menggantikan kursi KH 1 AU sepeninggal HM. Riban Satia meletakkan jabatan karena sudah dua periode menjabat. Beberapa di antaranya sudah familiar, sebagian lagi bukan sosok yang dikenal, namun dianggap sebagian kalangan mampu menakhodai organisasi pemerintahan yang bernama ‘Pemerintah Kota Palangka Raya’ itu. 


Di antaranya Mofit Saptono Subagio yang kini Wakil Wali Kota Palangka Raya, mendampingi Riban dalam periode keduanya. Lalu, Ibnu Elmi AS Pelu Rektor IAIN Palangka Raya, Sigit K Yunianto Ketua DPRD Palangka Raya. Juga ada nama Jhon Krisli Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Fairid Naparin Ketua KNPI Kalteng, Andre L Narang.


Belum lagi sejumlah nama lain, semisal Heru Hidayat, Rizky Mahendra, Rizky Badjuri, hingga Yuliustry Bedry, yang mengambil jalur perseorangan. Diperkirakan masih akan ada lagi yang lain, seperti Rahmat Nasution Hamka, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Ri, yang namanya malah muncul sejak tahun lalu. 


Muncul belakangan


Namun, nama Agustiar Sabran muncul belakangan, boleh dikata baru dua pekan terakhir ini. Sejumlah kalangan tidak memasukkan nama Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng menggantikan Sabran Ahmad itu, karena ia enggan menanggapi tawaran ‘maju’ dari sejumlah pihak. 


“Kiranya bagus kalau dia (Agustiar) maju meramaikan bursa bakal calon Wali kota untuk mengimbangi nama-nama yang telah beredar. Saya nilai yang bersangkutan kompeten, dan saya setuju dia maju. Namun sepertinya perlu banyak dorongan agar dia mau maju (mencalon),” ujar Heriansyah, Politisi Partai Gerindra, Heriansyah kepada wartawan Borneonews, M. Muchlas Rozikin, Selasa (28/3/2017). 


Heriansyah yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD Kalteng ini mengungkap, banyak potensi Agustiar. Apalagi Pengalaman kepemimpinan pengusaha ternama itu, disebutnya tak kalah dengan nama-nama yang lebuh dulu santer beredar. Dari jabatan organisasi politik, profesi, olahraga, dan sosial budaya, sudah lama dijalani Agustiar. 


Sebelumnya, dorongan juga disampaikan salah satu pengurus DAD Kalteng, Andrie Elia Embang. Ia mengatakan, sosok Agustiar layak sebagai pengganti Riban Satia. Selain dekat dengan semua kalangan dan merakyat, secara kapabilitas sangat mumpuni. Persoalannya, kata Elia, hanya menunggu apakah yang bersangkutan mau ataukah tidak. 


“Kita setuju dan dorong ia maju, tetapi kan tergantung Agustiar, kalau maju tentunya akan menjadi lawan kuat bagi kandidat lain,” ujarnya. 


Andrie Elia yang juga akademisi Universitas Negeri Palangka Raya (UPR) mengungkapkan, banyak nama yang sudah beredar sekarang, tinggal bagaimana menyakinkan masyarakat. Ia menilai, siapapun yang memiliki program jelas, dan tentu dengan rekam jejak jelas, akan mudah menarik simpati para pemilih. (ROZIQIN/N).