BORNEONEWS, Sampit - Lebih dari 8.000 peserta memadati lapangan Stadion 29 November Sampit untuk memecahkan rekor MURI menari manasai se-Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut diikuti Wakil Bupati Taufiq Mukri, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Polri, Kodim, sekolah dan masyrakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kegiatan dilaksanakan sejak pukul 06,00 WIB. Ribuan peserta menari manasai dipandu empat penari daerah asal Kotim.
Taufiq Mukri yang ikut serta berbaur dengan para peserta, menari bersama ribuan orang di tengah lapangan.
Dia menuturkan, alangkah baiknya apabila kegiatan seperti itu terus dilakukan secara berkelanjutan, sebab tari manasai merupakan tari daerah khas kebudayaan masyarakat Dayak.
“Saya berharap kegiatan seperti ini akan sering dilakukan, tidak hanya sekali ini saja. Tari manasai merupakan salah satu kebudayaan yang mendukung untuk diperlihatkan dalam sektor pariwisata Kotim,” ujarnya usai acara, Jumat (31/3/2017).
Ia juga berharap dengan berkumpulnya ribuan masyarakat Kotim pada pemecahan rekor MURI menari manasai mampu menjalin silaturahmi dan kebersamaan dalam membantu pembangunan daerah, khususnya di bidang seni budaya.
"Juga sekaligus melestarikan budaya daerah dan memperkenalkan tari manasai ke daerah lain," tandasnya.
Meskipun cuaca pagi cukup terik, namun acara berlangsung meriah. Para peserta tetap semangat dan antusias menari manasai bersama.
Yang juga menarik, Taufiq kelihatan cukup lincah dan begitu menikmati menari manasai bersama yang dipandu salah satu penari perempuan. (NOOR ANNISA/B-5)








