BORNEONEWS, Sampit - Tiga buah rumah yang terbakar di Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga kuat akibat adanya hubungan arus pendek.

"Saat ini masih kami selidiki penyebab kebakaran, namun dugaan sementara akibat adanya hubungan arus pendek," ujar Kapolsek Sungai Sampit Iptu Masriwiyono, Jumat (31/3/2017).

Rumah yang terbakar itu milik Sugianto (35) ukuran 6 x 25 meter, Yani (70) ukuran 5 x 8 meter, dan Rahman alias Ajo (35) ukuran rumah 6 x 25 meter.

Kebakaran bermula dari runah Sugianto yang saat itu sedang kosong.

Sementara, adanya dugaan penyebab kebakaran tersebut, karena pada saat kejadian berlangsung. Rumah Sugianto sedang dalam keadaan kosong. Di mana sang istri sedang pergi kerumah orangtuanya yang hanya berjarak sekitar 10 meter, sedangkan suami pergi ke Sampit.

Saat kejadian, korban juga mengakui bahwa dirinya tidak ada menyalakan api kompor ataupun lilin. Sehingga kemungkinan besar, kebakaran tersebut akibat konsleting listrik.

Kebakaran bermula ketika istri korban keluar rumah untuk berkunjung ketempat orangtuanya. Tidak berapa lama dia pergi, sejumlah dirinya mendengar teriakan api-api dari sejumlah warga. Setelah dia lihat, ternyata api tersebut terlihat pertama kali muncul di rumahnya. Hal tersebutpu membuat dirinya kaget, sedangkan warga yang melihat api tersebutpun berupaya melakukan pemadam dengan peralatan seadanya.

Namun karena rumah tersebut berkontruksi kayu, membua api cepat membesar. Ditambah cuaca saat itu sedang panas, sehingga api dengan cepat mejalar ke dua buah rumah yang berada di sampingnya yang juga berkontruksi kayu. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)