BORNEONEWS, Kasongan - Kabupaten Katingan bersiap menghadapi musim kemarau 2017. Jumat (31/3/2017) pemerintah daerah menggelar apel gabungan siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Apel Karhutla di halaman kantor bupati itu, dipimpin Bupati Katingan Ahmad Yantenglie. Pengelola Taman Nasional Sebangau (TN Sebangau) juga terus melakukan persiapan mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.

Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan, apel gabungan untuk mengetahui kekuatan personil dan kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, untuk mempermudah koordinasi antara instansi dan lembaga, sehingga bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Katingan dapat tertangani dengan baik.

"Saya berharap kita semua dapat menjaga keberdaan alam. Memelihara, mencintai, merawat dan tidak menyakiti alam, sehingga alam benar-benar menjadi sahabat yang baik dalam kehidupan manusia dan kepada tim terpadu pencegahan, pengendalian kebekaran hutan dan lahan saya ucapkan terimakasih atas segala upaya yang telah dilakukan," kata Bupati Katingan Ahmad Yantenglie, di Kasongan, Jumat (31/3/2017).

Pengelola Taman Nasional Sebangau (TN Sebangau) juga terus melakukan persiapan mengantisipasi dampak terkait datangnya musim kemarau tahun 2017 ini. Pihaknya aktif melakukan sosialisasi maupun penyuluhan kepada masyarakat di sejumlah desa, terutama sekitar kawasan TN Sebangau. Mereka mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan.

Pasalnya jika ada titik api saat musim kemarau, akan sulit sekali dipadamkan. Soalnya, kawasan TN Sebangau di wilayah Katingan sebagian besar terdiri dari tanah bergambut tebal, yang awan terbakar.

"Kami juga telah membentuk regu-regu terkait antisipasi musim kemarau tahun ini. Biasanya seperti tahun sebelumnya musim kemarau dimulai awal Juli atau Agustus," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Sebangau wilayah III Kabupaten Katingan, Suwandi, Rabu (22/3/2017). (ABDUL GOFUR/N).