BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Sosial (Dinsos) Seruyan saat ini masih terus mempelajari persyaratan sekaligus melakukan evaluasi terkait rencana diikutsertakannya dua warga miskin Seruyan dalam program keluarga harapan (PKH). Kedua warga itu yakni Johan penderita lumpuh dan nenek Mastaniah, penderita stroke.
"Sedang kita evaluasi, apakah keduanya bisa masuk sebagai salah satu peserta PKH baru di Seruyan. Begitupun terkait persyaratannya, sedang kita pelajari," kata Sekretaris Dinsos Seruyan, Didi Djunaidi, di Kuala Pembuang, Sabtu (1/4/2017).
Pasalnya, lanjut Didi, masih berdasarkan aturan peruntukkan penerima, peserta PKH khusus diperuntukkan bagi keluarga yang tergabung dalam cluster rumah tangga sasaran sangat miskin. Dimana dalam rumah tangga sasaran itu, memiliki ibu hamil atau memiliki anak usia sekolah.
"Jadi kalau bisa saya sebutkan, sasaran PKH itu yakni keluarga sangat miskin yang terdapat ibu hamil dan keluarga miskin yang mempunyai anak dalam masa usia sekolah," jelasnya.
Dinsos Seruyan sendiri, tambahnya, tak berani memastikan apakah Johan dan Mastaniah yang keduanya merupakan warga miskin yang tinggal di Pematang Kambat, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir itu bisa masuk sebagai peserta PKH.
"Saat ini Dinsos tak berani menjanjikan apakah keduanya bisa masuk ke dalam PKH. Kami dari Dinsos tengah mempelajari persyaratannya, apakah ada peluang persyaratan untuk kedua warga miskin itu," ungkapnya. (PARNEN/B-8)







