BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasat Lantas Polres Palangka Raya AKP Christian Maruli Tua Siregar menyebut, 30%  pembalap liar di Palangka Raya merupakan anak-anak sekolah. "Hampir 30% pembalap liar melibatkan anak sekolah," kata Christian kepada Borneonews.co.id, Sabtu (1/4/2017).

Dia menuturkan, persentase tersebut berdasarkan analisa setiap kali giat dengan hasil rata-rata belasan pembalap liar ditangkap. Ironisnya, sebagian pelaku juga ada remaja puteri.

Seperti halnya yang dilakukan sepekan yang lalu. Dari 18 pembalap liar yang diamankan, satu di antaranya remaja puteri. Sanksi buat pembalap liar adalah tilang dan menahan motornya selama tiga bulan.

Christian mengimbau kepada anak-anak muda yang gemar membalap liar segera menyudahi. Imbauan juga disampaikan kepada pihak sekolah maupun orangtua masing-masing agar memantau pergaulannya baik pada saat sekolah maupun luar sekolah. "Ini demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain," tuntas Kasat. (BUDI YULIANTO/B-2)