BORNEONEWS, Buntok – Komunitas Labenk Kalimantan Tengah, yang beranggotakan Forum Komunikasi Dayak Dusun Barito membantu korban kebakaran di Desa Penda Asam, kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan (Barsel). Minggu (2/4/2017). Tujuh kepala keluarga korban kebakaran Senin (27/3/2017), pukul 13.15 WIB itu, merupakan warga Dusun Selatan.
"Kami yang tergabung dalam komunitas Labenk Kalteng juga kumpulan atau komunitas warga dusun. Oleh sebab itu, kita berupaya mengumpulkan sumbangan untuk membantu warga yang terkena musibah kebakaran ini,” kata Sekretaris Umum Labenk Kalteng, Rahmat Hidayat kepada Borneonews, Minggu (2/4/2017) sore.
Bantuan yang diberikan antara lain sembako, kasur, peralatan memasak, alat tulis dan baju layak pakai bagi tujuh KK korban kebakaran ini. Juga ada bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu untuk masing-masing kepala keluarga yang tertimpa musibah ini.
Bantuan yang disalurkan itu, dari warga dusun di Kalimantan Timur, Jakarta, Palangka Raya (Kalimantan Tengah) dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Menurut Rahmat, hingga kini sumbangan-sumbangan tersebut masih mengalir dan sebagiannya diserahkan hari ini. “Bantuan kami berikan secara bergelombang, dan ini baru tahap pertama. Selanjutnya mungkin sekitar satu minggu akan kami serahkan kembali.”
Kapolsek Dusun Selatan, AKP Budiono mengungkapkan, kerugian atas musibah kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah di Desa Penda Asam itu, ditaksir kurang lebih Rp1 miliar. Dalam musibah kebakaran tersebut semua harta benda tidak dapat diselamatkan. Karena kejadiannya, begitu cepat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Karena semua harta benda ikut terbakar," kata Budiono kepada Borneonews, Selasa (28/3/2017).
Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan keterangan para saksi dugaan sementara kebarakan itu akibat arus pendek listrik. Sebelum kejadian, kata dia, aliran listrik PLN padam sekitar 30 menit. Namun begitu listrik hidup tiba-tiba kebakaran pun terjadi. "Karena itu kuat dugaan kebakaran akibat arus pendek listrik." (URIUTU DJAPER/N).








