BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di antara sektor saham yang masih diburu investor adalah sektor perkebunan, khususnya perkebunan kelapa sawit. Ini alasan yang menguatkan saham perusahaan sawit layak diburu.
Analis NH Korindo Securities, Bima Setiaji, memperkirakan harga minyak sawit mentah (CPO) akan mengalami penurunan pada kuartal II tahun ini.
"Kondisi cuaca yang sudah mulai stabil akan membuat produksi CPO meningkat. Artinya, persediaan CPO akan melimpah dari sebelumnya," katanya di Jakarta, Senin (3/4/2017).
Persediaan CPO yang melimpah, menurut Bima, berpotensi membuat kinerja emiten perkebunan yang tumbuh signifikan tahun lalu tidak akan terjadi lagi tahun ini. Dengan melimpahnya persediaan CPO, maka perusahaan tidak bisa menjualnya dengan harga tinggi dan pendapatan akan menurun.
"Mungkin kalau kinerja turun tidak, tapi tidak akan lebih baik dari tahun lalu," papar dia.
Namun, dengan prediksi tersebut bukan berarti sektor agrikultur tidak menarik lagi bagi pelaku pasar, dengan ketertinggalan kenaikan harga saham emiten sektor agrikultur dengan emiten dari sektor lain, maka masih akan menjadi incaran pelaku pasar untuk pekan ini.
"Yang menarik agrikultur dan properti. Keduanya karena naiknya tertinggal dari sektor lainnya yang juga mengalami kenaikan. Kenaikannya masih di bawah, saya lebih suka saham tertinggal, karena harga murah," ujar Bima. (NEDELYA RAMADHANI/m)








