BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Permintaan warga Desa Umpang Kecamatan Arut Selatan untuk dibangunkan jembatan nampaknya akan segera terwujud. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung merespon baik harapan 195 kepala keluarga (KK) tersebut. "Kami akan survei dan menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan dan sarana lainnya. Kita anggarkan di perubahan tahun ini," kata Kepala Dinas PUPR Kobar, Agus Yuwono, Senin (3/4/2017).
Menurutnya, jembatan yang melewati sungai Arut itu kurang lebih panjangnya 30 meter dan akan dibangun dengan konstruksi baja dan cor. "Ini memang sudah menjadi program kita untuk pembangunan akses jalan poros desa setiap tahun. Jembatan ini nantinya masuk program Desa Umpang - Nanga Moa dan Desa Umpang - Pandu Senjaya," ujarnya.
Jembatan ini juga akan menjadi pembuka keterisolasian Desa Umpang. Mengingat desa ini merupakan desa terpencil di Kecamatan Arsel dan jauh dari jangkauan Kota Pangkalan Bun.
Jika pembangunan jembatan ini sudah terwujud, akses masyarakat desa akan lebih mudah dan efisien. Pasalnya, masyarakat bisa ke Pangkalan Bun melewati Desa Pandu Senjaya dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam. Sementara saat ini masyarakat Umpang masih melewati jalur perkebunan milik CBI melewati Desa Sulung dengan jarak tempuh 2,5 jam.
"Sebelum pembangunan jembatan, terlebih dahulu akan kita buka akses jalannya yang menuju ke Pangkalan Lada sekitar 30 kilometer (km) dan ke Desa Nanga Moa 11 km," kata Agus. (CECEP HERDI/B-2)








