BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meski sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tidak semua sekolah menggelarnya secara mandiri di sekolah masing-masing. Seperti dialami 218 pelajar SMK Negeri 2 Pangkalan Bun.

Lantaran tidak memiliki cukup komputer untuk menggelar UNBK, mereka terpaksa numpang ujian di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun. "Kami baru memiliki sekitar 40 komputer, jika ingin menggelar UNBK secara mandiri, setidaknya kita harus memiliki sekitar 80 komputer," ujar Kepala SMK Negeri 2 Pangkalan Bun, Fatson saat dibincangi Borneonews, Senin (3/4/2017).

Dalam pelaksanaannya, jelas Fatson, UNBK dibagi menjadi tiga sesi. Setiap sesinya diikuti sekitar 70 pelajar terbagi di tiga ruang komputer yang tersedia di SMA Negeri Pangkalan Bun. "Kita berlakukan tiga sesi, yang diperbolehkan oleh pemerintah semua juga sama yaitu tiga sesi," bebernya.

Meski ini merupakan UNBK pertama bagi pelajar SMK Negeri 2 Pangkalan Bun, pihaknya mengaku siap dengan hasil terbaik. Pasalnya, sebelum digelar UNBK, mereka sudah dibekali dengan jam pelajaran tambahan, uji coba dan berbagai persiapan menghadapi UNBK.

"Ini UNBK pertama, tetapi mereka tidak terlihat tegang dan lebih santai, apalagi UNBK bukan penentu kelulusan," imbuhnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)