BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah pelajar SMK  di Pangkalan Bun terlihat santai saat menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang digelar serentak, Senin (3/4/2017).

Pasalnya, saat ini UNBK tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Andini Aprilia misalnya, siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Holikultura yang menjadi peserta UNBK sesi ketiga, mengaku tak canggung untuk mengikuti pelaksanan ujian.

Menurut wanita berhijab putih, pelaksanan UNBK yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan membuatnya tidak merasa ketakutan. Apalagi sebelumnya mereka memang sudah mendapatkan pembekalan di sekolahnya. "Walaupun enggak menentukan kelulusan, ya tetap belajar maksimal. Salah satunya ikut kursus dan perbanyak belajar di sekolah dan di rumah," ujarnya pada Borneonews, di lokasi ujian di SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Senin (3/4/2017).

Lebih jauh Andini menilai, pelaksanan ujian dengan menggunakan komputer memang jauh lebih baik daripada ujian manual. Pasalnya, siswa tidak lagi harus repot mengisi jawaban di lembar kertas ujian. "Enak lagi siswa tidak bisa saling contek, karena setiap soal beda tipe. Mungkin khawatir hanya lebih kepada listrik padam atau koneksi internet," jawabnya.

Pelaksanan ujian nasional yang berlangsung di SMA Negeri Pangkalan Bun, diikuti sebanyak 218 pelajar SMK Negeri 2 Pangkalan Bun yang menumpang UNBK di sekolah itu.

Dalam pelaksanan ujian hari pertama, siswa dihadapkan dengan materi ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia, disusul dengan pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran sesuai jurusan di hari selanjutnya.(FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)