BORNEONEWS, Muara Teweh – Kasus pemukulan pelajar yang dilakukan seorang guru berinisial SM di Madrasah Tsanawiyah Istiqomah, Pondok Pesantren Istiqomah, Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, dan pemukulan balik oleh orang tua pelajar, RA (guru di sekolah yang sama) kepada SM terus berlanjut.
Upaya Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara untuk mendamaikan pihak yang bertikai tidak membuahkan hasil.
Kepala Kementerian Agama Barito Utara Tuaini Ismail didampingi staf Tata Usaha Daldiri, Senin (3/4/2017), mengaku telah melakukan berbagai upaya supaya permasalahan itu tidak sampai ke kepolisian. Namun gagal.
Ia juga menyebutkan, Kementerian Agama telah lima kali mengadakan pertemuan baik dengan guru SM, guru kesiswaan AT, dan orang tua pelajar lainnya yang turut menjadi korban pemukulan. Pertemuan itu bertujuan supaya kasus tersebut dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan diaharapkan dapat berakhir dengan perdamaian.
“Kita telah melakukan berbagai upaya, baik memanggil guru SM, RA, maupun orang tua pelajar yang dipukul oleh SM, di antara orang tua ada yang mau untuk berdamai,” katanya.
Terhadap kondisi ini, Tuaini Ismail mengaku tidak bisa memaksakan kehendak, baik kepada guru maupun para orang tua. Karena hal itu merupakan hak dari individu masing-masing.
“Memang orang tua yang telah melaporkan SM (ke polisi) tidak mau untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun harus melalui jalur hukum. Begitu pula dengan SM yang terkena pukulan dari RA juga ingin menyelesaikannya secara hukum,” ungkap Tuaini saat ditemui di ruang kerjanya. (RAMADHANI/B-3)








