BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Apakah anak Anda memiliki hambatan untuk berkomunikasi? Kemudian ia juga sulit untuk berinteraksi dengan teman sebayanya? Atau ia sering bertingkah laku yang repetitif (berulang-ulang) serta suka mengamuk tanpa alasan yang jelas?
Bila hal tersebut ditemukan pada perilaku anak, sebaiknya orangtua segera membawa anaknya ke puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan dari dokter anak dan psikolog. Karena bisa jadi anak tersebut tergolong anak yang berkebutuhan khusus dengan kasus autis. Demikian dijelaskan Sri Wahyuni, Pimpinan Lembaga dan juga guru Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga yang berlokasi di Jalan Iskandar kelurahan Madurejo Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
"Sebenarnya saat anak berusia 0 hingga 1 tahun orang tua bisa mendeteksi apakah anaknya tergolong berkebutuhan khusus. Apakah ia menderita down syndrom, autis, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHA) dan berbagai permasalahan lainnya," jelas Sri Wahyuni.
Menurutnya, hal tersebut bisa dilihat dari tingkah laku anak saat diajak berinteraksi dengan orangtuanya. "Contohnya bila anak tidak merespon bila dipanggil namanya, suka menjejerkan barang-barang hingga mengamuk dan menyakiti diri tanpa sebab yang jelas," ujarnya.
Menurutnya, jenis anak berkebutuhan khusus bukan hanya itu saja. "Ada juga yang memiliki masalah motorik seperti kesulitan berjalan atau kelemahan dalam pendengaran atau berbicara atau yang dikenal dengan nama tuna rungu," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)








