BORNEONEWS, Muara Teweh – Akhir Maret lalu, tepatnya Jumat (31/3/2017) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Kabupaten Barito Utara, khususnya Kota Muara Teweh, digegerkan kasus polisi tembak polisi. Peristiwa terjadi di Asrama Polisi, Jalan Panti Ajar, Kota Muara Teweh.
Akibat peristiwa itu, seorang polisi bernama Bripda Yudha F yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Barito Utara harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh untuk mendapat perawatan. Korban mengalami luka tembak di bawah ketiak.
Sedangkan terduga pelaku penembakan bernama Bripda Pertrus M Tampubolon, anggota Satuan Reserse Kriminal juga di Polres Barito Utara.
Kapolres Barito Utara AKBP Tato Pamungkas Suyono, Sabtu (1/4/2017), menuturkan bahwa peristiwa itu diduga terjadi akibat anggotanya belum memahami penggunaan senjata api. Hal itu dimungkinkan karena usianya yang masih muda.
Mengenai kronologi kejadian, menurut Kapolres, berawal dari Bripda Petrus yang baru pulang pengawalan atau PAM di salah satu perusahaan dan dibekali senjata jenis revolver SMG enam silinder.
Setelah pulang PAM, Petrus kembali ke Asrama Polisi yang berada di Jalan Panti Ajar, Muara Teweh. Di kamar ada dua orang temannya yang juga polisi, termasuk Bripda Yudha.
Petrus lalu meletakkan senjatanya di meja TV dan meninggalkannya keluar kamar. Setelah masuk kembali ke kamar, Bripda Yudha mencoba memberitahu Bripda Petrus agar jangan menaruh senjata api sembarangan.
“Itu senjata jangan ditaruh sembarangan nanti hilang dan takutnya ada pelurunya,” kata Kapolres menirukan perkataan Bripda Yudha saat malam kejadian.
Bripda Petrus lalu menjawab bahwa pistol tersebut itu tidak ada pelurunya karena telah dipisahkan. Bripda Petrus lantas menunjukkan pistol dengan moncong mengarah ke Bripda Yudha.
Pada saat itu pula pistol yang dipegangnya Bripda Petrus meletus dan peluru bersarang di bagian dada tepatnya di bawah ketiak Bripda Yudha.
Bripda Petrus dan rekannya yang juga berada di kamar panik dan segera melapor ke atasan mereka. Sedangkan Bripda Yudha yang terkena tembakan langsung dilarikan ke RSUD Muara Teweh.
Saat itu Bripda Yudha masih sadarkan diri hingga mendapat penangan medis di rumah sakit. Pihak rumah sakit lalu melakukan tranfusi darah karena darah yang keluar dari tubuh Bripda Yudha sangat. Darah bahkan sempat mengalir ke paru-paru korban.
Pada malam itu juga, Bripda Yudha dirujuk ke RSUD Ulin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk operasi pengangkatan projektil yang masih bersarang di tubuhnya.
Di sampaikan pula, Bripda Yudha saat ini sedang bertunangan dengan polwan yang juga bertugas di Polres Barito Utara. Sementara itu, Bripda Petrus dan Bripda Yudha merupakan rekan satu angkatan. (TIM BORNEONEWS/B-3)








